Anjangsana Natal Korem 083/Bdj, Wujud Nyata TNI Jaga Kerukunan dan Keamanan Wilayah
Malang — Komitmen TNI dalam menjaga harmoni sosial dan mempererat persaudaraan antarumat beragama kembali ditunjukkan Korem 083/Baladhika Jaya melalui kegiatan anjangsana ke sejumlah gereja dan tokoh umat Kristiani. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Perayaan Hari Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, Selasa (23/12/2025).
Anjangsana dipimpin Kasrem 083/Bdj bersama para perwira staf Korem, menyasar sejumlah rumah ibadah di Kota Malang, antara lain Gereja Kalam Kudus (GKK) di Jalan Semeru, Gereja HKBP di Jalan Bromo, Gereja Keuskupan di kawasan Ijen–Buring, serta GBI Betlehem di Jalan Panglima Sudirman, Rampal.
Di setiap lokasi, rombongan disambut hangat oleh para pendeta, romo, dan pengurus gereja. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai dialog singkat yang berlangsung, membahas pentingnya menjaga persatuan, toleransi, serta kondusivitas wilayah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Danrem 083/Baladhika Jaya menegaskan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
“Melalui silaturahmi ini, TNI ingin menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama. Kerukunan adalah modal utama dalam menciptakan keamanan dan kedamaian, khususnya di momen-momen penting keagamaan,” tegas Danrem.
Menurut Danrem, peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga kesejukan dan keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara TNI dan para pemuka agama perlu terus dipelihara demi terciptanya stabilitas wilayah yang aman dan kondusif.
Para tokoh agama yang dikunjungi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Korem 083/Bdj. Mereka menilai kehadiran TNI melalui kegiatan anjangsana ini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga menjadi simbol kuat persaudaraan lintas iman di Malang Raya.
Kegiatan anjangsana berlangsung tertib, aman, dan penuh makna. Selain mempererat hubungan antara TNI dan tokoh agama, kegiatan ini menjadi pesan kepada masyarakat bahwa toleransi dan kebersamaan adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.(Penrem083)
